Jumat, 26 April 2013

Asal Usul Coklat



Kata coklat berasal dari xoxoalt (bahasa suku Aztec) yang berati minuman pahit. Cortes kemudian membawanya ke Spanyol antara tahun 1502 – 1528, dan oleh orang-orang Spanyol minuman pahit tersebut dicampur gula sehingga rasanya lebih enak. Dalam perkembangannya coklat tidak hanya menjadi minuman tetapi juga menjadi snack yang disukai anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Selain rasanya enak, coklat ternyata berkhasiat membuat umur seseorang menjadi lebih panjang. Coklat mengandung polyphenol dalam jumlah yang cukup tinggi dan bisa berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa phenolik ini dapat menurunkan resiko penyakit jantung koroner ddan kanker dengan cara mencegah oksidasi da pengendapan senyawa lemak dalam darah pada pembuluh darah serta merusak lipoprotein Low Desnity Lipid (lemak jahat) dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. 

          Menurut kepercayaan suku Maya, coklat adalah makanan para dewa. Rasa asli biji coklat sebenarnya pahit akibat kandungan alkaloid, tetapi setelah melalui rekayasa proses dapat dihasilkan coklat sebagai makanan yang disukai oleh siapapun. Biji coklat mengandung lemak 31%, karbohidrat 14% dan protein 9%. Protein coklat kaya akan asam amino triptofan, fenilalanin, dan tyrosin. Meski coklat mengandung lemak tinggi namun relatif tidak mudah tengik karena coklat juga mengandung polifenol (6%) yang berfungsi sebagai antioksidan pencegah ketengikan.
          Tetapi lemak coklat adalah leemak nabati yang sama sekali tidak mengandung kolesterol. Untuk tetap menekan lemak jenuh agar tidak terlalu tinggi, ada baiknya membatasi memakan coklat hanya satu batang saja per hari dan membatasi mengkonsumsi suplement atau makanan lainnya yang mengandung katekin seperti apel dan teh.
          Mengkonsumsi lemak coklat menghasilkan kolesterol total dan kolesterol LDL yang lebih rendah dibandingkan konsumsi mentega ataupun lemak sapi. Jadi meski sama-sama mengandung lemak jenuh tetapi ternyata efek kolesterol yang dihasilkan berbeda. Kandungan stearat yag tinggi pada coklat disinyalir menjadi penyebab mengapa lemak coklat tidak sejahat lemak hewan. Telah sejak lama diketahui bahwa stearat adalah asam lemak netral yang tidak akan memicu kolesterol darah. Seperitga lemak yang terdapat dalam coklat adalah    asam oleat yaitu asam lemak tak jenuh. Asam oleat ini juga dominan ditemukan pada minyak zaitun yang memberikan eek positif oleat bagi kesehatan jantung.
          Makan coklat tidak akan menimbullkan kecanduan, tetapi bagi sebagian orang rasa coklat yang enak akan menyebaabkan kerinduan untuk mngkonsumsinya kembali. Ini yang disebut chocolate craving. Dampak coklat terhadap prilaku dan suasana hati (mood) terkait erat dengan chocolate craving. Rindu akan coklat bisa karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dan sebagainya. Hal ini juga sering dikaitkan dengan kandungan phenylethylamine adalah suatu substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang kemudian pada gilirannya menghasilkan dopamine. Dampak dompamine adalah muncul perasaan senang dan perbaikan suasana hati. Phenylethylamine juga dianggap mempunyai khasiat aphodiasiac yang memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta.
          Katekin adalah antioksidan kuat yang terkandung dalam coklat. Menurut Weisburger, seorang pakar kanker dari American Health Foundation bahwa katekin yang dimiliki oleh coklat hampir setara dengan 100 kali dari vitamin C dan 25 kali lebih ampuh dibandingkan vitamin E. Katekin yang berfungsi sebagai antioksidan adalah mencegah penuaan dini yang bisa terjadi karena polusi ataupun radiasi.
          Coklat juga mengandung theobromine dan kefein. Kedua substansi ini telah dikenal memberikan efek terjaga bagi yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu ketika kita kelelahan ketika menunggu seperti antrian yang panjang, memakan coklat secukup manjur untuk membuat bergairah kembali.
          Selain itu kandungan lemak pada coklat kualitas tinggi terbukti bebas kolesterol dan tidak menyumbat pembuluh darah. Coklat juga mengandung beberapa vitamin yang berguna bagi tubuh seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin C, Vitamin D, vitamin E, juga mengandung zat maupun nutrisi zat besi, kalium dan kalsium. Sebab itu, biji kakao pada coklat merupakan sumber magnesium alam tertinggi, dan ini baik bagi penderita penyakit jantung, diabetes, sakit sendi, hipertesi serta wanita yang sedang pra menstruasi sindrom (PMS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar