STRUKTUR PRODUKSI, DISTRIBUSI PENDAPATAN
DAN KEMISKINAN
A.
PENDAPATAN NASIONAL
Salah satu
indicator perekonomian suatu negara yang sangat penting adalah disebut dengan
pendapatan nasional. Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai suatu angka
atau nilai yang menggambarkan seluruh produksi, pengeluaran, ataupun pendapatan
yang dihasilkan dari semua pelaku/sektor ekonomi dari suatu negara dalam kurun
waktu tertentu. Pendapatan nasional sering dipergunakan sebagai indicator
ekonomi dalam hal:
- Menentukan laju tingkat perkembangan/pertumbuhan perekonomian suatu negara
- Mengukur keberhasilan suatu negara dalam mencapai tujuan pembangunan ekonominya
- Membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dengan negara lainnya
1. Menghitung
Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendekatan Produksi (GDP)
GDP (Gross
Domestic Product) atau produksi Domestik Bruto adalah pendapatan nasional yang
nilainya dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh kegiatan produksi yang
dilakukan oleh semua pelaku/sektor ekonomi diwilayah Indonesia, dalam krun
waktu tertentu. Yang perlu diingat adalah jangan sampai terjadi perhitungan
ganda yang dapat menyebabkan pendapatan nasional (GDP) Indonesia sdah cukup
maju dan makmur sehingga bantuan luar negeri akan dialihkan ke negara yang
lebih membutuhkan. Dengan demikian kita akan kehilangan kesempatan mendapatkan
tambahan dana pembangunan, sedangkan kita sesungguhnya masih sangat
membutuhkan.
Sebagai catatan
GDP diperoleh dengan menggunakan konsep Kewilayahan, artinya nilai produksi
tersebut diperoleh dari seluruh kegiatan produksi dari semua pelaku ekonomi
yang melaksanakan kegiatan produksinya diwilayah Indonesia saja, tidak dilihat
apakah dia berwarga negara Indonesia atau warga negara asing.
2.
Menghitung Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendekatan Pengeluaran (GNP)
GNP (Gross
National Product) adalah pendapatan nasional yang nilainya diperoleh dengan
cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh semua pelaku/sektor
ekonomi di Indonesia, yang berwarga negara Indonesia dalam kurun waktu
tertentu. GNP dibatasi oleh kewarganegaraan, artinya nilai pengeluaran tersebut
ihitung dari pelaku ekonomi yang berwarganegaraan Indonesia saja.
3.
Menghitung Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendakatan Pendapatan (NI)
NI (National
Income) adalah pendapatan nasional yang nilainya didapat dengan cara
menjumlahkan semua hasil/pendapatan yang diperoleh semua pelaku/sektor ekonomi
di Indonesia dalam kurun waktu tertentu.
4.
Pendapatan Nasional yang siap dibelanjakan ( Y disposable)
Yang dimaksud
dengan pendapatan nasional (Y) disposable adalah pendapatan nasional yang telah
siap untuk dibelanjakan. Nilai Y disposable ini berasal dari NI (National
Income) setelah ditambah dengan pengeluaran pemerintah berupa transfer/subsidi
dan kemudian dikurangi dengan pajak langsung ditetapkan pemerintah.
5.
Pendapatan Nasional Per Kapita
Pendapatan per
kapita/tahun biasanya digunakan sebagai salah satu indikator akhir dalam
melihat kemajuan pertumbuhan perekonomian suatu negara. Pendapatan per kapita
ini diperoleh dengan membagi pendapatan nasional (GNP atau GDP) dengan jumlah
penduduk di suatu negara (Indonesia).
B.
KEMISKINAN
Salah satu
masalah yang cukup mendeasak untuk dibatasi oleh suatu negara adalah masalah
kemiskinan. Untuk itulah ekonomi Indonesia memiliki Trilogi Pembangunan yang
didalamnya ada poin pemerataan. Meskipun sampai dengan saat ini rakyat yang
masih hidup dalam kemiskinan masih cukup besar (+- dari 100 orang Indonesia,
11-12 orang diantaranya masih miskin), namun upaya untuk mengentaskan mereka
terus diupayakan. Beberapa diantaranya adalah dengan program IDT (Inpress Desa
Tertinggal) dan kemitraan pengusaha besar dan pengusaha kecil yang dicanangkan
oleh pemerintah.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar